Unggul Kecepatan, Tim Robot Indonesia Dome UMM Raih Posisi Ke-2 KRI

Tim Robot Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih gelar juara II dalam Kontes Robot Indonesia (KRI), untuk kategori Robot Pemadan Api yang berlangsung di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada 8-9 Juli 2017.

Pembimbing lapangan Tim Robot Dome UMM Khusnul Hidayat di Malang, mengemukakan robot yang diciptakan tiga mahasiswa Teknik Elektro tersebut unggul dalam hal kecepatan mapping.

“Robot ini memiliki kecepatan tertinggi di Tanah Air setelah ITS,” kata Khusnul di Malang, Jawa Timur, Rabu (12/7/2017).

Tiga mahasiswa Teknik Elektro UMM yang berhasil memboyong gelar juara II KRI itu adalah Imam Hanafi, Abdul Syukron, dan Alfan Achmadillah Fauzi.

Peraturan ini sedikit berbeda dengan tahun tahun lalu yang membolehkan angin sebagai pemadam api.

“Tahun lalu, kami menggunakan angin sebagai pemadam dan tahun ini, robot Dome terhitung baru karena mencoba menggunakan air, sehingga masih perlu evaluasi lagi,” kata Alfan Achmadillah Fauzi menambahkan.

Alfan menerangkan, Robot Dome membutuhkan waktu 23 detik untuk mencari titik api dan memadamkannya di sesi pertama dan 80 detik di sesi kedua. Sedagkan pada sesi ketiga, UMM gagal memadamkan api. Kegagalan tersebut salah satunya disebabkan oleh jenis lilin yang berbeda dengan yang digunakan saat latihan.

“Struktur bahan pembuat lilin berbeda, sumbunya juga lebih keras, warna lilin ini tampak lebih transparan dibandingkan lilin biasanya. Ini yang tidak kami prediksi sebelumnya,” ucapnya.

Robot Dome memiliki dimensi panjang 27 cm, lebar 28 cm, dan tinggi 26 cm dengan kapasitas air 50 ml. Dimensi ini menjadikan robot Dome sebagai robot dengan ukuran terkecil dibandingkan robot kampus lain. Ke depan, ada kemungkinan robot Dome mengubah ukuran nozzle yang dipakainya dan mengubah bahan pemadam, yakni menggunakan gas.

“Semua akan kami pertimbangkan karena ada kelemahan dan kelebihannya. Kelebihan menggunakan gas karena ia mampu memadamkan api dari jarak cukup jauh, mencapai 1,5 meter. Sedangkan jika ukuran nozzle besar, air akan cepat habis,” ujarnya.

Raihan gelar juara II Robot Dome UMM tersebut, selisih poinya tak berbeda jauh dengan yang diperoleh Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) sebagai juara tiga, yakni 0,8. Sementara, UGM yang mampu mematikan api berhak atas juara pertama.

Baca Artikel Kami Lainnya Di https://sariteknologi.com/

Categories:

No Responses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.