Tugas RPA (Robotic Process Automation) – AI Autonomous

Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan) | Tugas RPA (Robotic Process Automation) | Robot | AI Autonomous Robot | SARI Teknologi

 

Robotic Process Automation (RPA)

Robotic process automation (RPA), juga di kenal sebagai software robotics, menggunakan teknologi otomatisasi untuk meniru tugas back-office pekerja manusia, seperti mengekstrak data, mengisi formulir, memindahkan file, dan lain-lain. Ini menggabungkan API dan interaksi antarmuka pengguna (UI) untuk mengintegrasikan dan melakukan tugas berulang antara perusahaan dan aplikasi produktivitas. Dengan menyebarkan skrip yang meniru proses manusia, alat RPA menyelesaikan eksekusi otonom dari berbagai aktivitas dan transaksi di seluruh sistem perangkat lunak yang tidak terkait. Otomatisasi proses robotik sering di salahartikan sebagai kecerdasan buatan (AI), tetapi keduanya jelas berbeda. AI menggabungkan otomatisasi kognitif, machine learning (ML), natural language processing (NLP), penalaran, pembuatan hipotesis, dan analisis.

 

Tugas RPA

Meskipun perangkat lunak RPA dapat membantu pertumbuhan perusahaan, ada beberapa kendala, seperti budaya organisasi dan masalah teknis dalam penskalaan. Berikut penjelasan penjelasannya :

1. Budaya organisasi

Sementara RPA akan mengurangi kebutuhan akan peran pekerjaan tertentu. Hal itu juga akan mendorong pertumbuhan peran baru untuk menangani tugas yang lebih kompleks, memungkinkan karyawan untuk fokus pada strategi tingkat yang lebih tinggi dan pemecahan masalah yang kreatif. Organisasi perlu mempromosikan budaya pembelajaran dan inovasi karena tanggung jawab dalam peran pekerjaan bergeser. Kemampuan beradaptasi tenaga kerja akan menjadi penting untuk hasil yang sukses dalam proyek otomatisasi dan transformasi digital. Dengan mendidik staf Anda dan berinvestasi dalam program pelatihan, Anda dapat mempersiapkan tim untuk perubahan prioritas yang berkelanjutan.

2. Kesulitan dalam penskalaan

Meskipun RPA dapat melakukan beberapa operasi simultan, hal ini dapat terbukti sulit untuk ditingkatkan dalam suatu perusahaan karena pembaruan peraturan atau perubahan internal. Menurut laporan Forrester, 52% pelanggan mengklaim bahwa mereka kesulitan untuk meningkatkan program RPA mereka. Sebuah perusahaan harus memiliki 100 atau lebih robot kerja aktif untuk memenuhi syarat sebagai program lanjutan. Tetapi hanya sedikit inisiatif RPA yang berkembang di luar 10 bot pertama.

 

Baca Juga : Manfaat RPA (Robotic Process Automation) – AI Autonomous (sariteknologi.com)

Kursus Robotik : SARI Teknologi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *