Tetanus, Infeksi Bakteri Yang Menyebabkan Kejang Otot

Apa Itu Tetanus?

Tetanus merupakan kondisi yang menyebabkan tubuh menjadi kaku dan tengang akibat infeksi kuman. Sebagian besar orang umumnya pernah mengalami luka pada kulit. Jika tidak di rawat dan diobati dengan benar, luka tersebut memiliki risiko terkontaminasi dan mengalami infeksi. Salah satu infeksi yang mungkin terjadi adalah tetanus.

Tetanus, Infeksi Bakteri Yang Menyebabkan Kejang Otot

Penyebab

Bakteri Clostridium tetani merupakan penyebab utama terjadinya infeksi tetanus. Hal yang perlu di garisbawahi, infeksi tetatus merupakan infeksi yang tergolong serius. Bakteri ini umumnya terdapat dalam debu, tanah, serta kotoran hewan dan manusia. Bakteri tetanus sering kali masuk ke tubuh melalui luka terbuka akibat cidera atau luka bakar. Jika berhasil memasuki tubuh, bakteri tetanus berkembang biak dan melepas neurotoksin, yaitu racun yang menyerang sistem saraf.

Gejala

Neurotoksin yang mengacaukan kinerja saraf dapat menyebabkan pengidap mengalami kejang dan kekakuan otot yang merupakan gejala tetanus yang utama. Gejala ini dapat menyebabkan rahang pengidap mengatup rapat dan tidak bisa di buka atau biasa di sebut dengan istilah rahang terkunci (lockjaw). Di samping itu, seseorang yang terserang infeksi tetatus juga bisa mengalami gangguan menelan.

Pengobatan

Untuk mengobati tetantus, dokter akan mengabil tindakan sesuai dengan riwayat vaksinasi pasien. Jika pasien sudah di vaksinasi, dokter akan memberikan obat anti racun tetanus untuk mencegah terjadinya infeksi. Namun, jika ada pasien yang belum di vaksinasi tetanus, perawatan di rumah sakit akan di perlukan. Umumnya penanganan di rumah sakit meliput pemberian antibiotik, antitoksin, dan obat relaksan otot. Masa penyembuhan penyakit ini umumnya akan membutuhkan waktu sekitar 16 minggu.

Pencegahan

Langkah utama untuk mencegah tetanus adalah dengan vaksinasi. Di negara kita, vaksin tetanus masuk ke dalam daftar imunisasi wajib pada anak. Imunisasi tetanus di berikan sebagai bagian dari vaksin DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus). Proses vaksinasi ini harus di berikan dalam lima tahap, yaitu pada usia 2, 4, 6, 18 bulan, dan 4-6 tahun.

Untuk anak anak di atas 7 tahun, tersedia vaksid Td yang bisa melindungi diri dari serangan tetanus dan difteri.  Hal yang perlu diingat, vaksinasi ini mesti diulang tip 10 tahun. Tujuannya untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap infeksi difteri dan tenanus. Selain dengan vaksinasi, pencegahan tetanus juga dapat dilakukan dengan selalu menjaga kebersihan, terutama ketika merawat luka agar tidak terkena infeksi.

 

Baca juga: SARS, Penyakit Pernapasan Yang Bisa Menular

Jika kalian ingin kursus robotika, kalian bisa kunjungi website PT Sari Teknologi

Alamat PT Sari Teknologi: Lt.6 Gedung Universitas Gunadarma Jl.Raya Outer Ringroad Blok C7 No.20, Jl.Taman Palem Mutiara, DKI Jakarta 11730.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *