Spesifikasi SPHERES

Struktur dan karakteristik fisik SPHERES 

Satelit SPHERES tanpa cangkang plastik. Struktur aluminium, panel kontrol, sensor ultrasonik, pendorong, kenop pengatur tekanan, dan pengukur tekanan terlihat.

Setiap satelit SPHERES menyerupai polihedron 18 sisi . Struktur aluminium satelit tertutup dalam cangkang plastik semi-transparan. Cangkangnya berwarna merah, biru, oranye atau hitam, untuk membantu memudahkan identifikasi. Tiga satelit di Stasiun Luar Angkasa Internasional berwarna merah, biru dan oranye. Setiap unit memiliki diameter karena maksimum 22,9 cm dan memiliki massa 4,16 kg termasuk bahan habis pakai.

Pemrosesan dan komunikasi

Texas Instruments C6701 DSP yang berjalan pada 167 MHz berfungsi sebagai komputer onboard. Perangkat lunak penerbangan dan instruksi terkait percobaan di tulis dalam bahasa pemrograman C.

Satelit dapat berkomunikasi satu sama lain menggunakan link radio 916,5 MHz, 16kbit/s. Komunikasi dengan stasiun kontrol (komputer laptop) di lakukan menggunakan radio link 868,35 MHz, 16kbit/s. Satelit SPHERES dapat terhubung ke jaringan Wi-Fi internal Stasiun Luar Angkasa Internasional untuk tugas yang memerlukan bandwidth data lebih tinggi.

Sensor dan navigasi

Satelit SPHERES menentukan posisi dan sikapnya karena menggunakan 23 penerima ultrasonik terpasang (Murata MA40S4R) dan 5 suar referensi ultrasonik eksternal. Pengukuran waktu penerbangan ultrasonik dari beacon eksternal ke penerima on-board di gunakan untuk menghitung posisi satelit sehubungan dengan kerangka referensi eksternal.

Untuk penentuan posisi yang cepat, informasi waktu penerbangan ultrasonik di lengkapi dengan data dari akselerometer terpasang (3x akselerometer sumbu tunggal Honeywell QA-750) dan giroskop ( 3x giroskop kecepatan sumbu tunggal Systron Donner QRS14).

Daya dan aktuasi

Satelit SPHERES ditenagai menggunakan dua paket baterai 12v yang tidak dapat di isi ulang. Setiap paket baterai terdiri dari delapan sel baterai AA 1,5v yang di las secara seri.

Satelit-satelit tersebut mampu menerjemahkan di lingkungan gravitasi mikro dengan 6 derajat kebebasan, menggunakan dua belas pendorong gas dingin yang menggunakan CO2 sebagai propelan. CO2 cair di simpan dalam karena wadah on-board kecil, mirip dengan yang di gunakan dalam senjata paintball . CO2 diubah menjadi gas sebelum di keluarkan melalui pendorong untuk propulsi. Dorongan yang di inginkan di capai melalui modulasi karena pulsa dari solenoida dorong.

Percepatan linier maksimum satelit adalah 0,17m/s2, dengan ketelitian 0,5 cm. Percepatan sudut maksimum adalah 3,5 rad/s2, dengan akurasi 2,5 derajat.

Tempat Kursus Ilmu Robotic : Sari Teknologi

Baca artikel lainnya : Pelatihan Robotik

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *