Sejarah Kecerdasan Buatan

Sejarah Kecerdasan Buatan yang Wajib Diketahui

Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence, AI) adalah cabang ilmu komputer yang mempelajari cara membuat mesin atau komputer untuk melakukan tugas-tugas yang biasanya dilakukan oleh manusia, seperti memecahkan masalah dan membuat keputusan. Sejarah kecerdasan buatan berawal sejak tahun 1950-an.

Pada tahun 1956, John McCarthy, Marvin Minsky, Nathaniel Rochester, dan Claude Shannon mengadakan konferensi di Dartmouth College yang dikenal sebagai Dartmouth Conference. Ini dikreditkan sebagai peristiwa yang menandai awal dari AI sebagai bidang ilmu. Dalam konferensi tersebut, mereka membahas tentang cara membuat mesin yang mampu memecahkan masalah dan membuat keputusan seperti manusia.

Tahun-tahun berikutnya, para peneliti AI mengembangkan teknologi dan algoritma baru untuk membuat mesin menjadi lebih cerdas dan mampu melakukan tugas-tugas yang lebih kompleks. Pada tahun 1956, IBM memperkenalkan komputer IBM 704, yang merupakan salah satu mesin pertama yang mampu melakukan pemrosesan bahasa alami.

Pada tahun 1966, yang dikenal sebagai “Summer of AI”, para peneliti AI melakukan berbagai eksperimen dan inovasi dalam bidang AI. Salah satu hasil dari “Summer of AI” adalah pengembangan algoritma pembelajaran mesin oleh Arthur Samuel.

Pada tahun 1980-an dan 1990-an, AI mengalami lonjakan besar dalam pengembangan. Para peneliti AI mengembangkan berbagai algoritma dan teknik baru, seperti pembelajaran mesin berbasis data, jaringan saraf tiruan, dan pengenalan pola.

Sampai saat ini, AI terus berkembang dan digunakan dalam berbagai bidang, seperti perdagangan, teknologi, kedokteran, dan banyak lagi. AI juga memainkan peran penting dalam mengatasi berbagai masalah global, seperti perubahan iklim, masalah kesehatan, dan masalah keamanan.

Secara keseluruhan, sejarah kecerdasan buatan adalah sejarah perkembangan yang sangat menarik dan kaya akan inovasi. AI telah berkembang dari sekadar teori menjadi teknologi yang digunakan secara luas dan memiliki dampak besar pada masyarakat dan lingkungan. Kita dapat memperkirakan bahwa AI akan terus berkembang dan membantu mengatasi masalah-masalah global di masa depan.

Kini hadir, berbagai pameran teknologi inovasi yang menggambarkan perkembangan kecerdasan buatan semakin meningkat. Seperti hadinya RoboPark, sebuah rumah inovasi yang menyuguhkan robotika dan AI, serta pusat informasi, pengalaman, pendidikan, penelitian riset teknologi guna menciptakan 1 juta inovator unggulan di Indonesia yang mampu menciptakan produk robotika & AI yang dapat bersaing diberbagai kancah internasional.