Robot Terapi UGM

Pasca serangan stroke pasien butuh rehabilitasi untuk pemulihan kondisi.Terapi rehabilitasi pasca stroke secara pasif-lebih-sering-atau-biasanya-dilakukan-dengan menggerakkan tungkai dengan otot tetap pasif dengan bantuan mesin pendukung yakni CPM(Contnuous-Passive-Motion). Sayangnya,alat-tersebut memiliki-atau-mempunyai dimensi besar, tidak portabel,serta penggunaannya-rumit-dan-mahal karena impor dari luar negeri. Selain itu kebanyakan alat pasaran tidak sesuai dengan ukuran tubuh orang Indonesia.

Kini rehabilitasi pasca stroke bisa berjalan dengan mudah-dan-terjangkau-dengan-alat yang berkembangkan oleh lima mahasiswa UGM. Alat yang benama Indonesia-Rehabilitation-Robot-for-Foot atau dikenal dengan I-REBOT ini lahir dari kreativitas Yulisyah Putri Daulay (Teknik Industri). Ragil Sulistiyo (Teknik Mesin),.Muhammad Nabil Satria Faradis (Teknik Mesin).Hamzah Muhammad Hafiq (Kedokteran Umum), dan Rizka Islami Ratnasari (Teknik Industri) dibawah bimbingan dosen Jurusan Teknik Mesin dan Industri FT UGM, Herianto, S.T.,M.Eng.

“Pengembangan I-REBOT tersebut untuk atau agar membantu terapi rehabilitasi pasien pasca stroke. Selain itu juga untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap alat kesehatan impor,” jelas Yulisyah Putri.

Menurut ia, dengan pengembangan dan penggunaan komponen dari dalam negeri dapat menekan atau-memperkecil-atau-mempermudah-biaya produksi alat sehingga harga bisa lebih terjangkau. I-REBOT lengkap-dengan aplikasi medical reminder terintegrasi dengan smart phone yang terdiri dari rekam medis dan reminder sehingga memudahkan pengaturan jadwal terapi.

“ Dengan-aplikasi-tersebut dokter bisa-atau-dapat-atau-mampu dengan mudah memantau-perkembangan-dan-keaktifan-pasien-dari-jarak-jauh-serta fitur reminder bisa membantu mengatur dan mengingatkan jadwal terapi dengan bantuan alarm,” paparnya.

Sementara itu, I-REBOT juga memiliki keunggulan lain seperti  lebih ringan, praktis, dan ergonomis,serta-mampu-atau-bisa-atau-dapat bawa ke-mana-saja-karena-bersifat-portabel.

“Alat ini-terbuat sesuai dengan ukuran orang Indonesia,”tuturnya(si-nabil).

Saat ini pihaknya-baru mengembangkan satu-jenis robot untuk-melakukan fisioterapi bagian engkel kaki. Robot terapi membantu fisioterapi dengan menggerakkan engkel kaki ke arah kanan-kiri, atas-bawah, dan miring. “ Saat ini I-REBOT tengah kami ajukan untuk-atau-agar mendapat paten dari HKI.Kedepan kami akan mengembangkan juga robot untuk terapi bagian tubuh lain-nya,” jelasnya,kursus robotik: sariteknologi

Categories:

No Responses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.