Robot Pintar RUNBOT

Robot Pemecah Rekor Jalan Cepat

Robot simpel dengan 2 kaki bernama RunBot tidak bisa berlari. Tetapi, dia sanggup berjalan cepat apalagi membongkar rekor robot- robot lebih dahulu.

Robot buatan para periset Eropa setinggi 30, 5 cm ini sanggup berjalan dengan kecepatan dekat 3 m perdetik ataupun sebanding dengan keahlian manusia. Kemampuannya berjalan 2 kali kecepatan robot tercepat lebih dahulu Spring Flamingo buatan Institut Teknologi Massachusetts( MIT).

” Terdapat sebagian prinsip yang di gunakan di mari sehingga desain ini lebih efektif daripada robot tercepat lebih dahulu,” kata ahli komputasi otak Florentin Worgotter dari Universitas Gottingen Jerman. Semacam manusia yang lagi berjalan cepat, lutut RunBot relatif lurus di kala berjalan. Pinggulnya lebih banyak di pakai buat melangkahkan kaki daripada mengayun lututnya.

Para periset pula memenuhinya dengan jaringan syaraf tiruan simpel yang gunanya meniru syaraf manusia. 2 buah sensor bekerja semacam neuron buat mengatur motor- motor di pinggulnya.

menanamkan sensor

Sensor- sensor di bagian pinggul hendak memberitahu motor buat berbalik lebih cepat sehingga menciptakan langkah lebih banyak. Neuron- neuron di lutut melindungi supaya bagian tersebut senantiasa kaku buat menciptakan langkah yang efektif serta tidak menekuk di kala berjalan cepat.

” Kala berjalan lelet, lututnya menekuk, kala berjalan cepat tidak,” kata Worgotter. Sensor di telapak kakinya mengukur apakah kakinya menapak tanah ataupun tidak. Begitu kakinya menapak tanah, sensor di kakinya hendak merangsang gerakan reflek buat menggerakkan kaki yang lain sehingga kedua kaki bergantian melangkah.

Kaki robot yang bisa menekuk berguna buat memudahkan berjalan serta tingkatkan penyeimbang sehingga normal di kala berjalan cepat. Tidak hanya itu, robot pula melaksanakan taktik tertentu buat menggapai kecepatan setinggi itu.

Dalam satu siklus berjalan, motornya mati dekat seperempat waktu yang di perlukan. Pada di kala itu, robot cuma menggunakan momentumnya sendiri buat bergerak ke depan. Di kala tubuhnya terhuyung ke depan, motor bekerja kembali sehingga bisa melindungi tubuhnya tidak jatuh.

” Tetapi, pada dasarnya robot tersebut baru berjalan cepat serta bukan berlari. Karena, pada tiap siklusnya, tentu ada suatu kaki yang menapak di tanah. Sementara itu, buat berlari, terdapat saat- saat kedua kaki melayang di hawa,” kata Worgotten. Baginya, mereka wajib bisa menanggulangi permasalahan ketidakstabilan pada keadaan tersebut.

Riset ini ialah hasil kerja sama para periset dari Universitas Gottingen, Universitas Glasgow, serta Universitas Stirling Skotlandia. Hasil riset ini di publikasikan dalam International Journal of Robotics Research edisi Maret

 

 

 

Ingin Khursus Robotik Bersama Kami?

Kunjungi Website Kami di https://sariteknologi.com/

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *