Robot nayakalara

Robot Nayakalara

Asal-Usul Robot Nayakalara

Inovasi Nayakalara berawal dari keprihatinan terhadap tantangan yang dihadapi tenaga kesehatan saat menangani pasien COVID-19 yang terus bertambah. Tenaga medis dan staf rumah sakit menghadapi risiko terpapar virus setiap kali melakukan kontak dengan pasien, mulai dari memberi penanganan hingga mengantar makanan dan minuman bagi pasien yang menjalani isolasi.

Tim yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Widodo, Dr. Ir. Alexander Agung Gunawan Santoso, Dr. Ir. Edi Irwansyah, Heri Ngarianto, dan Danu Widhyatmoko menciptakan desain robot untuk mengurangi kontak tenaga medis dan staf rumah sakit dengan pasien. Mereka memilih dua jenis tugas penting untuk dilakukan setiap robot: menyemprotkan produk disinfektan dan mengantar makanan. 

Cara Kerja Robot Nayakalara

Robot Disinfektan

berbentuk mirip penyedot debu dengan alat penggerak, tetapi dilengkapi dengan tangki berkapasitas delapan liter untuk wadah cairan disinfektan. Robot ini memiliki mekanisme penyemprot yang dapat menyemprotkan disinfektan hingga sejauh enam meter dalam bentuk pancaran melebar.

Kehebatan robot ini adalah konstruksi nya yang sederhana sekaligus teknologi pintar nya. Teknologi Bluetooth memungkinkan staf untuk mengendalikan robot ini dari jarak hingga 10 meter, cukup dengan ponsel pintar. Dengan Robot Disinfektan, staf dapat menyemprotkan disinfektan di berbagai titik tanpa terekspos cairan yang bisa meiritasi kulit serta saluran pernapasan.

Robot Pengantar Makanan

Kehebatan lain robot ini adalah adanya alat sederhana tetapi efektif untuk meletakkan ponsel di atasnya. Tenaga medis dapat berkomunikasi dengan pasien dari jarak jauh menggunakan Zoom menggunakan ponsel tersebut.

Kesederhanaan desain merekalah yang membuat kedua robot ini menjadi inovasi. Robot Disinfektan dan Robot Pengantar Makanan dapat diproduksi serta diperbaiki dengan cepat demi memenuhi kebutuhan tenaga medis di berbagai wilayah. Mereka juga bermanfaat dalam mengurangi kontak antara pasien COVID dan tenaga medis, menurunkan risiko penularan.

Perkembangan Robot Nayakalara

Robot Nayakalara saat ini telah terdaftar di SINTA, alat indeks teknologi internasional milik Kementrian riset dan teknologi republik indonesia. Tim BINUS UNIVERSITY telah menyumbangkan dua pasang robot ke RSUD Koja dan RSPI Sulianti Saroso di Jakarta. BINUS UNIVERSITY juga mengejar target produksi 20 robot yang akan disumbangkan ke berbagai rumah sakit di area lain, misalnya di Bandung, Pekalongan, Bekasi, dan Jawa Timur.

Tim yang bertanggung jawab terhadap pembuatan Nayakalara juga tidak berhenti di sana. Mereka menciptakan teknologi lain untuk mendukung kegiatan pengurangan penyebaran COVID, seperti COVID-19 Prediction and Monitoring Dashboard. Memadukan Kecerdasan Buatan dan komputasi statistik, teknologi ini membantu mendata tingkat perkembangan penularan COVID di berbagai wilayah dengan lebih akurat.

Inovasi sekaligus kontribusi terhadap masyarakat memang telah menjadi prinsip pendidikan di BINUS UNIVERSITY. Robot Nayakalara adalah salah satu bukti kontribusi universitas bagi masyarakat untuk menghadapi kondisi sulit yang membutuhkan bantuan berbagai pihak.

 

Tempat Kursus : Sari Teknologi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.