Robot Guru Masa Depan

robotika

Robotika. Salah satu upaya untuk mengamati interaksi anak-anak satu sama lain dan mengeksplorasi kapasitas mereka untuk belajar dan berkembang melibatkan penerapan robot guru ke dalam kelas sekolah. Dalam studi perintis, tim peneliti di proyek National Science Foundation dan University of Southern California mengerjakan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menciptakan robot yang dapat terlibat dalam tingkat interaksi kognitif yang lebih dalam dan dapat belajar dari pengalaman mereka sendiri sehingga mereka dapat memahami ciri-ciri kepribadian dan mengidentifikasi isyarat sosial.

Penelitian tentang Guru Robot

Pada tahun 2011, sebuah lembaga internasional bernama Latitude bekerja sama dengan LEGO Learning Institute dan Project Synthesis untuk melakukan studi inovasi multi-fase yang melibatkan memerintahkan anak-anak dari seluruh dunia untuk berkomunikasi (dalam bentuk gambar dan kata) apa artinya memiliki robot sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari Sebanyak 348 anak usia 8-12 tahun dari seluruh dunia di minta untuk membayangkan kehidupan mereka dengan robot yang mengisi waktu belajar dan bermain serta di luar jam belajar mereka.

Di temukan bahwa 64 persen anak-anak menggambarkan robot sebagai sahabat alami dan mirip manusia. Ketika mempertimbangkan robot sebagai sirkuit terpadu, 20% melihat robot sebagai bagian dari kelompok sebaya mereka. Hanya 28% yang berhubungan dengan robot seolah-olah mereka seperti manusia. Akhirnya, ada keseimbangan antara anak-anak yang menginginkan robot untuk bermain (38%) dan anak-anak yang menginginkan robot untuk belajar (38%).

Robot interaktif di rancang untuk peka terhadap suara dan sentuhan untuk meningkatkan tingkat personalisasi dengan teknologi tersebut dan mendorong keintiman, komunikasi, dan pembelajaran semantik antara anak dan robot. Robot sebagai pendamping seperti manusia, yang mendukung saran robotika di dalam kelas untuk mendorong pembelajaran dan kreativitas di kalangan siswa. Temuan ini juga menunjukkan bahwa, ketika memahami interaksi manusia-robot dari pikiran anak. Robot tidak akan memanfaatkan penilaian apa pun untuk kemampuan belajar anak. Menunjukkan perlunya membuat robot pengajaran humanoid yang dapat menampilkan sikap ramah. Dan bersahabat untuk meningkatkan peluang kepercayaan selama fase pengantar komunikasi antara dua entitas teknologi menuju pengembangan robot dalam pendidikan.

Kursus robotika : sariteknologi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.