Konjungtivitis, Infeksi Membran Luar Bola Mata

Apa Itu Konjungtivitis?

Konjungtivitis, atau disebut juga pinkeye, adalah peradangan konjungtiva. Nah, konjungtiva sendiri adalah selaput bening yang menutupi bagian putih mata (sklera) dan bagian dalam kelopak mata. Gangguan peradangan pada konjungtiva ini dapat menyebabkan bagian putih mata terlihat kemerahan atau berwarna pink.

Konjungtivitis | Lifepack.id

Penyakit mata ini biasanya di sebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, hingga reaksi alergi. Meski begitu, gangguan ini jarang mempengaruhi penglihatan. Selain itu, konjungtivitis paling sering menyerang anak-anak, karena penyakit mata ini bisa menyebar dengan cepat di sekolah dan tempat penitipan anak.  Meski begitu, penyakit mata merah ini jarang berakibat serius, apalagi bila di temukan dan di obati dengan cepat. Peran orang tua sangat penting untuk mengatasi masalah ini pada anak dengan cepat agar perasaan tidak nyaman yang di timbulkan dapat segera di atasi.

Penyebab

Seperti yang disebutkan sebelumnya, ada tiga jenis utama yang menjadi penyebab gangguan pada mata ini, yaitu infeksi dari virus atau bakteri, serta alergi. Meski begitu, ada beberapa penyebab lainnya yang bisa menimbulkan konjungtivitis, seperti:

  • Reaksi terhadap obat tetes mata.
  • Iritan terhadap shampoo, kotoran, asap, dan klorin.
  • Jamur, amuba, dan parasit.

Penyakit mata merah ini juga kadang-kadang disebabkan oleh penyakit menular seksual (PMS). Gonore dan Chlamydia adalah contoh PMS yang bisa menyebabkan konjungtivitis.

Gejala

Gejala mata merah beragam tergantung dengan jenis dan penyebabnya. Secara umum gejala-gejala konjungtivitis adalah:

  • Kelopak mata bengkak
  • Mata juga sering terasa gatal dan seperti ada pasir.
  • Mata dapat mengeluarkan cairan kental yang membentuk kerak pada malam hari, sehingga menyulitkan kamu membuka mata di pagi hari.
  • Dapat juga ditemukan pembesaran kelenjar getah bening.
  • Mata terasa terbakar dan/atau sakit.
Pencegahan

Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah konjungtivitis:

  • Jaga kebersihan tangan dan jangan menyentuh mata dengan tangan.
  • Lebih sering mencuci tangan.
  • Gunakan handuk dan lap bersih setiap hari.
  • Jangan berbagi handuk atau waslap.
  • Ganti sarung bantal sesering mungkin.
Pengobatan

Penanganan pada gangguan mata ini tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Berikut beberapa cara pengobatannya:

  • Untuk konjungtivitis virus, dokter tidak akan memberikan antibiotik, karena biasanya bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu sampai tiga minggu. Untuk menimbulkan rasa lebih nyaman, tempelkan kain basah yang sejuk di mata.
  • Konjungtivitis bakterial bisa diatasi dengan pemberian obat tetes mata atau salep antibiotik. Namun, jika konjungtivitis di sebabkan oleh gonorrhea atau klamidia, di perlukan antibiotik oral.

 

Baca juga: Tetanus, Infeksi Bakteri Yang Menyebabkan Kejang Otot

Jika kalian ingin kursus robotika, kalian bisa kunjungi website PT Sari Teknologi

Alamat PT Sari Teknologi: Lt.6 Gedung Universitas Gunadarma Jl.Raya Outer Ringroad Blok C7 No.20, Jl.Taman Palem Mutiara, DKI Jakarta 11730.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *