Kode Etik Robot

Kode Etik Robot

Kode Etik Robot AS Ajukan Sebuah Kode Etik Pada Sebuha Robot Pembunuh ke Pada PBB.

Setelah menolak seruan untuk perjanjian mengikat yang mengatur atau melarang penggunaan senjata otonom yang sering di sebut dengan robot pembunuh.

Washington DC pada Kamis (2/12) Yang malah mengajukan sebuah kode etik ke Perserikatan Dan Bangsa-Bangsa (PBB).

Saat berbicara pada pertemuan yang berfokus untuk menemukan kesamaan dalam penggunaan senjata otonom yang mematikan di Jenewa, Swiss, seorang pejabat Amerika Serikat (AS).

Yang menolak keras gagasan untuk mengatur penggunaan robot pembunuh melalui instrumen yang mengikat secara hukum.

Pertemuan itu di gelar para pakar pemerintah untuk persiapan pembicaraan tingkat tinggi pada Sebuha konferensi Dan yang tinjauan tentang Konvensi Senjata.

Dan pada sebuah Konvensional Yang Tertentu (Convention of Certain Conventional Weapons) yang di selenggarakan mulai 13 hingga 17 Desember mendatang.

“Menurut pandangan kami, cara terbaik untuk membuat kemajuan terkait hal ini adalah melalui pengembangan kode etik yang tidak mengikat.

Yang pada Sejak Tahun 2017, kantor PBB di Jenewa telah menjadi tuan rumah bagi pembicaraan diplomatik yang bertujuan.

Kode Etik Robot

Dan Sementara itu para aktivis dan sejumlah negara telah Yaitu juga Yang bisa dapat menyerukan larangan habis-habisan terhadap senjata apa pun yang dapat menggunakan kekuatan.

Yaitu untuk bisa dapat mematikan tanpa manusia Yaaitu yang Bisa mengawasi prosesnya Dan bisa dapat membuat perintah akhir bagi pembunuhan.

Yaitu Pada Bukan November 2018, Sekjen PBB, Antonio Guterres, bergabung dengan ikrar bagi larangan penggunaan senjata otonom.

Kode Etik Robot

tetapi hingga Pada saat ini ada banyak negara yang tidak setuju tentang apakah senjata otonom perlu ada aturannya.

Selama sesi debat pada Kamis, sejumlah negara, termasuk India dan AS, mengkritik gagasan perjanjian yang mengikat secara hukum.

Menurut Dorosin, kode etik justru akan membantu negara untuk mempromosikan perilaku yang bertanggung jawab dan kepatuhan terhadap hukum internasional.

Tapi usulan itu tak disetujui para juru kampanye yang menentang robot pembunuh. “Negara memiliki kesempatan bersejarah untuk memastikan kontrol manusia yang sangat berarti atas penggunaan kekuatan dan mencegah mesin membuat keputusan hidup dan mati di dunia,” kata Clare Conboy, aktivis dari Campaign to Stop Killer Robots.

Dan pada sebuah Proses independen untuk merundingkan undang-undang baru tentang robot pembunuh akan lebih efektif dan inklusif daripada pembicaraan diplomatik saat ini.

Dan Di Indonesia Terdapat Perusahaan PT Sari Teknologi juga Telah Menciptakan berbagai macam jenis Robot yang menarik Seperti Robot Helm Yang Membantu dalam menanggani Sebuah Kasus Virus Corona

Perusahaan Tersebut Berada Di

Komplek Kosambi Baru A Ext 1 No. 1, 2A, 2B, Duri Kosambi, Cengkareng, RT.11/RW.13, Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11750

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *