Artificial Intelligence dan Perlindungan Kekayaan Intelektual.

Terobosan teknologi informasi yang sedang booming.

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan merupakan terobosan teknologi informasi yang sedang boomingdan menjadi topik hangat di pelbagai belahan dunia. Semakin banyak pegiat teknologi yang mencangkokan AI dalam berbagai aplikasi yang dapat membaca perilaku sekaligus menawarkan solusi yang memudahkan manusia. Mulai dari fitur personal assistant di ponsel, chatbot, self driving & parking vehicle.

Alogaritma sistem pembaca (scan) wajah atau pendeteksi suara. Sampai yang paling terbaru robot mirip dengan manusia atau Humanoid yang di cetuskan Elon Musk pada forum AI Day pada baru baru ini. Saking populisnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan latah berwacana untuk menerapkan teknologi AI dalam pembuatan kebijakan di Indonesia.

Menyoal Kekayaan Intelektual

Di tengah perkembangan teknologi digital yang sangat pesat. Bahkan peran Artificial Intelligence dalam menghasilkan berbagai karya digital semakin dominan dan tak terbantahkan. Sampai satu titik kita akan tersadar bahwa bukan saja manusia yang dapat menghasilkan karya seni, AI pun bisa menciptakan karya inovatif dan kreatif versinya sendiri.

Siapa sangka kalau program komputer ciptaan manusia—yang awalnya hanya sarana produksi dan promosi karya seni kreatif laiknya kertas dan kuas, suatu saat menjadi seniman virtual yang menjadi rival bangsa manusia yang menciptakannya. Bak ramalan dalam berbagai film tentang AI yang bakal menjadi realita di depan mata. Sampai saat ini konsep utama perlindungan kekayaan intelektual adalah untuk melindungi pencipta kekayaan intelektual.

Langkah Antisipatif

Sebagai Langkah antisipatif, alangkah baiknya jika individu atau perusahaan yang sedang merancang, membuat, atau mengembangkan sofware menggunakan teknologi AI, untuk segera mendaftar perlindungan hak cipta atas software tersebut. Sebab, melindungi sistem kecerdasan buatan terkadang lebih penting daripada produk yang di buat oleh sistem AI itu sendiri.

Selain itu, jangan lupa untuk membuat daftar aset kekayaan intelektual dan aset yang di hasilkan AI. Khususnya untuk mengelola, melindungi, dan mengeksploitasi secara efektif dan sesuai dengan peraturan perlindungan kekayaan intelektual saat ini. Dengan demikian, sistem AI yang dihasilkan sudah memiliki perlindungan secara hukum dan bisnis.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.