Apa Itu Mastocytosis?

Pengertian Mastocytosis?

Mastocytosis atau mastositosis adalah kondisi ketika sel mast menumpuk di dalam tubuh. Penumpukan ini dapat terjadi pada berbagai jaringan atau organ tubuh, seperti kulit, sumsum tulang, atau limpa, sehingga gejala yang timbul pada penderita dapat bervariasi. Sel mast merupakan salah satu jenis sel darah putih. Sel ini merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh, yang akan bereaksi ketika benda asing atau kuman masuk ke dalam tubuh.

Mastocytosis

Pada mastositosis, sel mast berkembang dan tumbuh dengan cepat sehingga menumpuk di dalam tubuh. Hal ini membuat penderita mastocytosis lebih rentan mengalami reaksi alergi. Mastocytosis merupakan kondisi langka yang jenis dan tingkat keparahannya beragam. Dari beragam jenisnya, ada dua jenis utama mastositosis, yaitu mastositosis kulit dan mastositosis sistemik.

Penumpukan sel mast yang hanya terjadi di kulit di sebut mastositosis kulit. Sementara penumpukan yang terjadi di organ dalam tubuh, seperti hati, limpa, dan sumsum tulang, di sebut mastositosis sistemik. Berbeda dengan mastositosis kulit yang hanya terjadi di kulit, mastositosis sistemik dapat terjadi dengan atau tanpa gejala di kulit.

Penyebab dan Faktor Risiko Mastocytosis

Mastocytosis disebabkan oleh perubahan atau mutasi pada gen yang mengatur pertumbuhan dan perkembangan sel mast. Mutasi tersebut menyebabkan produksi sel mast menjadi tidak terkendali sehingga terjadi penumpukan sel mast di dalam tubuh.

Belum diketahui mengapa mutasi gen tersebut terjadi. Akan tetapi, pada beberapa kasus, mutasi gen tersebut diduga diturunkan dari orang tua kepada anaknya.

Mastocytosis dapat dialami oleh siapa saja, baik bayi maupun orang dewasa. Namun, bayi dan balita diketahui lebih berisiko menderita mastositosis kulit, sedangkan orang dewasa lebih berisiko menderita mastositosis sistemik.

Gejala 

Gejala yang dapat timbul tergantung pada jenisnya, seperti di jelaskan di bawah ini:

Mastositosis kulit

Gejala mastositosis kulit dapat muncul di punggung, dada, perut, kaki, lengan, leher, dan kulit kepala, tetapi biasanya lebih sering muncul di dada dan perut. Beberapa gejalanya yaitu:

  • Bintik-bintik berwarna merah atau kecoklatan
  • Perubahan warna dan penebalan pada area kulit yang terkena
  • Benjolan
  • Luka lepuh
Mastositosis sistemik

Gejala mastositosis sistemik dapat terjadi dengan atau tanpa gejala di kulit. Gejalanya dapat berlangsung 15–30 menit dan umumnya muncul secara tiba-tiba. Gejalanya antara lain:

  • Sensasi panas atau gerah, terutama di leher, wajah, dan dada
  • Pusing
  • Jantung berdebar
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut
  • Diare
  • Lemas
  • Pembesaran organ hati
  • Pembesaran organ limpa (splenomegali)
  • Gangguan kecemasan
  • Depresi

Baik pada mastositosis kulit maupun mastositosis sistemik, ada beberapa faktor yang dapat menjadi pemicu terjadinya gejala akibat reaksi alergi, yaitu:

  • Perubahan suhu lingkungan
  • Stres dan emosi
  • Gigitan serangga
  • Infeksi
  • Konsumsi minuman beralkohol
  • Penggunaan obat-obatan, seperti obat pereda nyeri (obat antiinflamasi nonsteroid)
  • Olahraga
  • Makanan pedas atau minuman panas
  • Prosedur operasi

Baca juga: Meningitis, Radang Selaput Otak

Jika kalian ingin kursus robotika, kalian bisa kunjungi website PT Sari Teknologi

Alamat PT Sari Teknologi: Lt.6 Gedung Universitas Gunadarma Jl.Raya Outer Ringroad Blok C7 No.20, Jl.Taman Palem Mutiara, DKI Jakarta 11730.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *