alasan mengapa masyarakat jepang obsesi dengan robot part 1

alasan mengapa masyarakat jepang obsesi dengan robot part 1

Ketika negara -negara Barat cenderung melihat robot dan kecerdasan buatan sebagai ancaman, Jepang memiliki visi yang lebih filosofis yang menciptakan “hubungan intim dan kompleks antara negara dan mesin.
Dalam kuil Buddhis 400 tahun, pengunjung dapat berjalan di taman batu yang tenang, duduk untuk menikmati secangkir teh panas dan mendengarkan pelajaran Buddha dari seorang imam yang tidak biasa: Android (robot itu terlihat seperti manusia) bernama bernama bernama bernama seorang manusia) bernama bernama seorang manusia) bernama bernama seorang manusia) bernama bernama seorang manusia) bernama seorang manusia) bernama) Mindar.

Dia memiliki wajah yang tenang dan penampilan netral bukanlah tua atau muda, bukan laki -laki atau perempuan.

Kepala dan tubuh bagian atas di bungkus dengan kulit sintetis, sedangkan di bawah ini adalah tabung yang terlihat dan mesin terbuka.

Namun, Mindar menunjukkan pengembangan teknologi canggih, berkhotbah tentang teks -teks Buddhis yang sulit di pahami yang disebut Sutra Hati.

Jika Anda ingin tahu di mana Anda dapat menemukan pendeta robot ini, hanya membutuhkan satu anggapan: Jepang, kuil Kodai-ji yang luar biasa di Kyoto.

Jepang telah lama di kenal sebagai negara yang dibangun dan memiliki hubungan yang kuat dengan robot humanoid daripada negara lain.

Meskipun reputasi ini sering di lebih -lebihkan di luar negeri dan perusahaan di Jepang yang tidak penuh dengan robot yang menyerupai manusia atau android, seperti yang di kenakan oleh judul berita yang berlebihan, ada sesuatu yang berbeda dalam hubungan Jepang dengan robot.

Objek harian

Beberapa pengamat perilaku Jepang mengatakan bahwa agama asli negara itu, Shinto, maka telah memainkan peran dalam mempromosikan cinta robot.

Shinto adalah bentuk animisme yang menghubungkan pikiran, atau “kita”, tidak hanya pada manusia tetapi juga pada hewan, karakteristik alami seperti gunung dan bahkan benda mati seperti pensil.

“Semua hal memiliki jiwa kecil,” kata Bungen Oi, kepala pendeta Kuil Buddha yang memegang asisten robot dalam pemakaman.

Dari sudut pandang ini, tidak ada perbedaan kategoris antara manusia, hewan dan benda.

Oleh karena itu tidak aneh bagi robot untuk menunjukkan perilaku seperti manusia karena hanya menunjukkan jenis lain dari “milik kami”.

“Untuk bahasa Jepang, kita masih bisa melihat para dewa dalam suatu objek,” kata Kohei Ogawa, desainer utama Mindar.

Ingin kursus robot bersama kami? kunjungi Website kami

Berdiri sejak tahun 2006  Jakarta ,PT Sari Teknologi merupakan Perusahaan yang terfokus pada robotika riset dan teknologi pendidikan perusahaan yang aktif melalui Teknologi berbasiskan Penelitian Riset, maka Pendidikan Robotika dan Kecerdasan Artifisial. Ini sudah meluncurkan beberapa robot dengan sistem AI. Jika  kamu ingin belajar kursus robotik  dengan mempelajari teknik robotik  bisa belajar dengan para  mentor informasi lebih lanjut

Lokasi :  Lt. 6 Gedung Universitas Gunadarma Jl. Raya Outer Ringroad Blok C7 No. 20, Komplek, Jl. Taman Palem Mutiara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11730.

Contact Information : (+62) 877 8875 7506 | website

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.